Minggu, 20 Maret 2011

Satu Cermin Dua Hati

Berdua dalam gelap
Berdua dalam terang
Mengais bahagia dalam sedih
Mengharap senyum yang abadi

Mereka keliling jalan kampung
Mengangkat *sauki di atas kepala
Siang menjadi kawan mereka
Menatap matahari dengan tudungnya

Segera datang mereka kerantauan
Namun jalan masih gelap
Lalu mereka bercermin
Menatap bening genangan air mata satu sama lain

Dua hati saling bercerita
Ketika malam datang dengan sendirinya
Mencoba tuk menyibak airmata dan
Mereka menemukan bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar